Selasa, 06 Oktober 2009

Kebiasaan yang Baik akan Mendatangkan sesuatu yang Baik pula

Pernah suatu ketika saya sedang kesulitan mencari suatu kalimat atau mungkin lebih tepatnya motto yang biasanya merupakan menu wajib yang harus diisi dalam buku alumni lulusan para alumnus suatu Lembaga Pendidikan. Saya memikirkan begitu lama sekali, layaknya menulis puisi untuk sang kekasih pujaan hati saja. Weleh..weleh.. Sambil merenungkan kalimat apa yang pas dan keliling di bangku teman-teman untuk sekedar melihat apa yang akan ditulis oleh mereka. Tak ayal pula, tulisan teman-teman tambah membuat bingung saya saja. “Kayak ujian aja.. Cuman ngisi gitu aja kok repot” celetuk saya. Setelah sekian lama saya berpikir, teringat akan sesuatu mengenai sebuah kisah atau pengalaman yang membawa seseorang mendapatkan buah keberhasilan.
Sebuah kisah di mana seseorang mendapatkan apa yang tidak dia bayangkan sebelumnya. Misalkan saja, kebiasaan orang yang malas apakah dia akan mampu mengembangkan dirinya untuk lebih berinovatif sehingga mampu menjual sesuatu yang lebih bernilai??? Tentunya tidak! Tapi kalau memang sudah ‘gawan bayek’ atau bakat sejak lahir ya itu beda lagi konteksnya. Memang tidak banyak orang yang malas tetapi mereka mampu membuahkan hasil. Saya bukannya menyarankan untuk memperbolehkan malas dengan menggantungkan nasib buah daripada keberhasilan. Akan tetapi, kebanyakan dari manusia tidak mempunyai bakat dan ketambah malas pula dan yang harus kita pikirkan adalah bagaimana kita yang termasuk orang yang bergolongan tidak bakat dan malas mampu untuk mendatangkan sesuatu yang baik dengan perwujudan suatu keberhasilan. Dalam konteks ini, keberhasilan yang dimaksud adalah GOAL atau tujuan atau tersampainya angan-angan ke depan untuk dapat hidup lebih baik dan layak tentunya.
Seseorang yang biasa-biasa saja tanpa memiliki bakat akan tetapi dengan melakukan kebiasaan-kebiasaan yang baik akan mendatangkan buah keberhasilan tentunya. Ada sebuah kisah, orang tetangga desa sebelah saya tidak lulus SD. Akan tetapi dia mampu mendirikan sebuah toko yang besar. Bagaimana itu dapat terjadi??? Layaknya sebuah proses auditing dari bukti transaksi yang terjadi yang nantinya akan dicocokkan dengan laporan keuangan yang telah dibuat, sehingga akan kelihatan dengan jelas hasil akhirnya apakah terjadi penyelewengan dana atau tidak. Kita analogikan bahwa transaksi sebagai kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan orang tersebut. Ternyata orang tersebut sangatlah pekerja keras, aktif, jemput bola, koperatif, relationship dan yang tak kalah ketinggalan dia rajin beribadah. Dari sini kita dapat mengetahui bagaimana hasil laporan daripada orang tersebut. Ada lagi, orang yang dulunya menjadi seorang pembantu/pelayan took sekarang telah menuai sukses besar. Anda mungkin tidak akan percaya. Sekarang dia memiliki 3 buah toserba dan salah satunya merupakan plaza market yang tidak bisa dibilang kecil bangunan dan bahkan modal untuk membangunnya serta dengan mempekerjakan puluhan karyawannya. Subhanallah, orang yang dulu ekonominya kecil dan daya belinya rendah sekarang menjadi kebalikannya. Dia selalu beribadah kepada Sang Khalik dan juga sering memimpin pengajian-pengajian keliling. Tak hanya itu, dia juga tipikal orang dengan kebiasaan pekerja keras, tidak mudah putus asa, pandai dalam membaca setiap peluang dengan dibantu teman-temannya yang bisa dikatakan high level. Padahal dia dulunya dari kalangan kelas menengah ke bawah, bagaimana bisa dia ber-relationship dengan orang yang justru di atasnya??? Setelah diaudit, ternyata dia termasuk orang yang suka bersilaturahmi sehingga tali komunikasi tetap berlanjut sampai sekarang. Layaknya kebanyakan orang Indonesia yang sering kali mudik ke kampung halaman. Itu juga merupakan suatu kebiasaan yang baik pula tentunya.
Ya…. Tadi barusan adalah sekelumit penggalan sebuah kisah yang memetik buah keberhasilan dari melakukan suatu kebiasaan yang baik. Maka dari itu mulai dari sekarang marilah kita mencoba dan mencoba untuk melakukan dan merubah kebiasaan yang jelek dengan kebiasaan yang baik. Tentunya anda tahu kan kebiasaan apa saja yang baik selain di atas tadi! Mulailah dengan sesuatu hal yang kecil dan berlanjut yang besar. Jika anda mengalami kesulitan mengubah kebiasaan yang jelek maka mulailah dengan kebiasaan yang baik dan buatlah sebuah konsep/kerangka ke depan yang INGIN anda capai, misalnya jika anda INGIN punya hidup lebih baik, punya kendaraan, hidup mapan maka untuk meraih semua itu tentunya diperlukan sebuah pengorbanan yang tidak kecil. Maka untuk meraih impian anda itu biasakanlah dengan melakukan kebiasaan-kebiasaan yang baik.
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews